Headline

Tiga Hari Hilang, Remaja 13 Tahun Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

×

Tiga Hari Hilang, Remaja 13 Tahun Hanyut di Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
DIEVAKUASI : SAR Kelas A Padang saat melakukan evakuasi korban bernama Aska yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa pagi (17/2).(Kantor SAR Kelas A Padang)

SINDOTIME.COM—Setelah tiga hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Aska (13), remaja yang sebelumnya dilaporkan terseret arus di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan. Korban ditemukan pada Selasa (17/2) sekitar pukul 07.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Hendri, lokasi penemuan berada pada koordinat 1°46’42.42″ LS dan 100°46’53.28″ BT. Jasad korban ditemukan sekitar 4,22 kilometer dari titik terakhir ia terlihat atau Last Known Position (LKP).

Begitu ditemukan, tim langsung melakukan proses evakuasi dan membawa jenazah ke rumah duka di Kelok Koto Langang, Nagari Sungai Liku, untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 17.45 WIB. Saat itu, Aska tengah mandi bersama sejumlah temannya di Sungai Liku. Namun, hingga sekitar pukul 18.00 WIB, ia tidak kembali muncul ke permukaan. Upaya pencarian awal oleh warga tidak membuahkan hasil, dan korban dinyatakan hilang.

Laporan resmi terkait kejadian tersebut diterima Kantor SAR Padang pada Minggu pagi dari BPBD Pesisir Selatan. Menindaklanjuti laporan itu, tim dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan segera diberangkatkan melalui jalur darat menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 66,3 kilometer.

Operasi pencarian melibatkan total 52 personel gabungan, terdiri dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, unsur Polri, BPBD, perangkat nagari, serta sekitar 30 warga setempat yang turut membantu. Dalam proses pencarian, tim memanfaatkan berbagai peralatan, di antaranya Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah permukaan air, LCR (Landing Craft Rubber), serta perlengkapan evakuasi dan medis.

Selama operasi berlangsung, cuaca relatif mendukung dengan kondisi cerah dan kecepatan angin sekitar 5 knot. Namun, tim menghadapi kendala berupa area tanpa sinyal komunikasi (blank spot) yang menyulitkan koordinasi di lapangan.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup pada pukul 08.30 WIB. Setelah dilakukan evaluasi (debriefing), seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai apresiasi atas kerja sama dan dedikasi dalam proses pencarian. (*/zoe)