SINDOTIME.COM—Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak Senin (16/2) pagi hingga sore kembali memicu serangkaian bencana hidrometeorologi. Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah lokasi, terutama di Kecamatan Tanjungraya dan Palembayan. Peristiwa ini memperpanjang catatan kejadian serupa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di daerah tersebut.
Di Kecamatan Tanjungraya, longsor terjadi sekitar pukul 17.04 WIB dan menutup ruas jalan provinsi di Jorong Lubuaksao, Nagari Dalko. Material tanah sepanjang kurang lebih 20 meter dengan ketinggian mencapai 1,5 meter menimbun badan jalan.
Akibatnya, jalur strategis penghubung Bukittinggi–Maninjau tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat selama beberapa jam. Tingginya debit air dan kondisi tanah yang jenuh diduga menjadi faktor utama runtuhnya tebing di sekitar jalan.
Proses pembersihan dilakukan menggunakan alat berat hingga malam hari. Sekitar pukul 21.30 WIB, akses jalan mulai dibuka secara terbatas dengan sistem buka-tutup guna mengurai antrean kendaraan. Pada Selasa pagi (17/2), jalur tersebut kembali normal dan dapat dilalui seluruh jenis kendaraan. Meski demikian, pengendara diimbau tetap berhati-hati karena kondisi tanah di sekitar lokasi masih basah dan berpotensi memicu longsor susulan apabila hujan kembali turun.
Selain longsor, banjir juga merendam permukiman warga di Jorong Kotokaciak dan Pasarabaa, Nagari Kotokaciak. Luapan Sungai Asam dan Sungai Jauih mengakibatkan sedikitnya 192 rumah terdampak. Ketinggian air bervariasi, mulai dari belasan sentimeter hingga setinggi lutut orang dewasa.
Saat ini air telah surut, dan warga mulai membersihkan rumah dari lumpur serta sisa material yang terbawa arus. Pendataan kerusakan masih dilakukan oleh pemerintah nagari bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam dan pihak kecamatan.
Situasi serupa juga terjadi di Kecamatan Palembayan. Banjir dengan ketinggian air antara 1 hingga 2 meter merendam ruas jalan nasional serta sejumlah rumah di Jorong Tapiankandih, Nagari Salarehaia Barat. Tidak hanya itu, longsor turut menutup jalan provinsi di Tonggo Gumarang I, Nagari Tigokoto Silungkang.






