Sindotime–Masih banyak orang yang belum menyadari bahwa berjalan kaki merupakan salah satu bentuk olahraga paling sederhana, namun memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Padahal, aktivitas ringan ini dapat dilakukan siapa saja tanpa memerlukan biaya maupun peralatan khusus.
Berdasarkan penelitian ilmuwan dari Stanford, Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat aktivitas jalan kaki terendah di dunia. Rata-rata masyarakat Indonesia hanya melangkah sekitar 3.513 langkah per hari, angka yang masih jauh di bawah standar ideal untuk menjaga kebugaran tubuh.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Dede Nasrullah, menegaskan bahwa berjalan kaki sangat penting untuk menjaga kesehatan. Dikutip dari Basra, Senin (26/8), ia menjelaskan bahwa berjalan kaki selama 30 menit setiap hari dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi tubuh.
Menurut Dede, manfaat jalan kaki sangat beragam. Aktivitas ini dapat membantu melancarkan sirkulasi darah sehingga mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Selain itu, jalan kaki yang dilakukan secara rutin juga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 50 persen karena membantu tubuh menyerap glukosa dengan lebih efisien.
Jalan kaki juga berperan dalam menurunkan berat badan. Dengan berjalan kaki sekitar 30 menit setiap hari, tubuh dapat membakar kalori dan meningkatkan respons insulin, sehingga lemak—terutama lemak perut—dapat berkurang. Tak hanya itu, kebiasaan berjalan kaki juga terbukti mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih jarang sakit dibandingkan mereka yang jarang berolahraga.
Manfaat lainnya, jalan kaki dapat memperkuat sendi dan tulang, menjaga kepadatan tulang, serta mencegah osteoporosis, khususnya pada lansia. Aktivitas ini juga membantu mengurangi nyeri punggung dengan memperbaiki sirkulasi darah di area tulang belakang, sekaligus meningkatkan postur dan fleksibilitas tubuh.
Selain berdampak pada kesehatan fisik, jalan kaki juga baik untuk kesehatan pernapasan karena dapat meningkatkan kapasitas paru-paru. Asupan oksigen yang lebih baik membantu mencegah berbagai gangguan paru-paru. Dari sisi mental, berjalan kaki dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan suasana hati.
Terakhir, jalan kaki juga berperan penting dalam memperlancar sistem pencernaan. Gerakan tubuh saat berjalan membantu kerja usus menjadi lebih optimal sehingga buang air besar lebih lancar dan teratur, sekaligus menurunkan risiko kanker usus.
Dengan begitu banyak manfaat yang ditawarkan, berjalan kaki selama 30 menit setiap hari bisa menjadi langkah sederhana untuk hidup lebih sehat.(*/zoe)





