SINDOTIME.COM-Puasa Ramadhan merupakan ibadah istimewa yang memiliki kedudukan sangat tinggi di sisi Allah SWT. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pahala puasa bersifat khusus dan tak terhingga. Namun, keutamaan ini hanya dapat diraih jika seseorang tidak sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga sikap, ucapan, dan niatnya.
Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa ada orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh apa-apa selain rasa lapar dan dahaga. Dalam hadis riwayat Thabrani disebutkan:
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.”
Hadis ini menegaskan bahwa maksiat dan dosa dapat menghapus pahala puasa, meskipun secara hukum puasanya tetap sah. Artinya, kewajiban gugur, tetapi nilai ibadahnya bisa hilang.
Secara umum, ada dua hal yang perlu dibedakan:
Hal yang membatalkan puasa secara fikih (sehingga wajib mengganti).
Hal yang tidak membatalkan secara hukum, tetapi merusak atau menghilangkan pahala puasa.
Berikut penjelasan tentang berbagai perbuatan yang dapat merusak bahkan menghilangkan pahala puasa Dilansir dari NU Online.
- Berdusta






