Pandangan yang tidak terjaga dapat membangkitkan syahwat dan menodai kesucian puasa. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pandangan merupakan salah satu “anak panah iblis” (HR. Al-Hakim dan Thabrani).
Karena itu, menjaga mata merupakan bagian penting dari kesempurnaan puasa.
- Menghabiskan Waktu dengan Hal Sia-Sia
Puasa seharusnya menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah dan produktivitas. Mengisi waktu dengan hal yang tidak bermanfaat—seperti hiburan berlebihan atau aktivitas yang melalaikan—dapat mengurangi nilai puasa.
Walau tidak membatalkan secara hukum, perbuatan ini membuat puasa kehilangan esensi spiritualnya.
- Marah dan Berkata Kasar
Tidak mampu mengendalikan emosi, berkata kotor, atau menyakiti orang lain juga merusak pahala puasa.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 58 bahwa menyakiti orang beriman tanpa alasan yang benar merupakan dosa nyata.






