Puasa sejatinya melatih kesabaran dan kelembutan, bukan memperparah amarah.
- Niat yang Tidak Ikhlas
Ibadah yang dilakukan karena riya, tradisi semata, atau ingin dipuji orang lain akan kehilangan nilai di sisi Allah SWT. Keikhlasan adalah syarat utama diterimanya amal.
Puasa harus diniatkan murni karena Allah agar mendapatkan ridha-Nya.
- Melakukan Perbuatan Keji atau Pelanggaran
Segala bentuk tindakan keji, zalim, atau pelanggaran terhadap hukum syariat juga dapat menghapus pahala puasa. Ibadah tidak akan sempurna jika diiringi dengan perbuatan maksiat.
Puasa bukan hanya ibadah fisik, melainkan latihan pengendalian diri secara menyeluruh: lisan, pandangan, hati, dan perilaku. Seseorang mungkin sah secara hukum menjalankan puasa, tetapi belum tentu mendapatkan pahala jika masih melakukan dosa.






