Agam

Atasi Macet, Flyover Padanglua Segera Dibangun

×

Atasi Macet, Flyover Padanglua Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
CEK LAPANGAN: Bupati Agam, Benni Warlis ketika mendampingi anggota DPR RI dan jajaran PT KAI meninjau lahan rencana pembangunan fly over di Padanglua, Banuhampu, Kamis (19/2).(Pemkab agam)

SINDOTIME.COM–Rencana pembangunan fly over di Padanglua, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, kembali mendapat dorongan serius dari berbagai pihak. Upaya percepatan proyek ini ditandai dengan kunjungan lapangan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, legislatif, hingga BUMN untuk meninjau langsung titik perlintasan kereta api yang selama ini menjadi sumber kemacetan.

Bupati Agam, Benni Warlis, hadir mendampingi anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dalam peninjauan aset lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada Kamis (19/2). Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Wakil Menteri BUMN RI, Dony Oskaria, serta Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin.

Fokus utama peninjauan adalah perlintasan sebidang di jalur strategis penghubung Bukittinggi–Agam yang kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk. Titik ini dinilai rawan kecelakaan karena tingginya intensitas pertemuan arus lalu lintas dengan perjalanan kereta api.

Permasalahan tersebut bukan isu baru. Dalam beberapa tahun terakhir, kemacetan di kawasan Padanglua terus berulang dan berdampak langsung pada mobilitas warga maupun distribusi barang. Karena itu, pembangunan fly over dipandang sebagai kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi lalu lintas, bukan sekadar proyek infrastruktur tambahan.

Menurut Bupati Agam, keberadaan fly over akan membawa manfaat strategis bagi daerah. Selain mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan, infrastruktur ini diyakini dapat memperlancar arus wisatawan menuju Bukittinggi dan kawasan Agam, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Andre Rosiade menyatakan akan mengawal proses perencanaan hingga tahap realisasi, termasuk memastikan koordinasi lintas kementerian dan lembaga berjalan efektif agar proyek tidak berhenti pada tahap pembahasan administratif.