Opini

Warisan Pemikiran Almarhum Dr. H. Gusmal Dt. Rajo Lelo dalam Menjaga dan Melestarikan Adat dan Budaya

×

Warisan Pemikiran Almarhum Dr. H. Gusmal Dt. Rajo Lelo dalam Menjaga dan Melestarikan Adat dan Budaya

Sebarkan artikel ini
Oleh : Dr. M.A.Dalmenda, S.Sos. M.Si (Wakil Ketua LKAAM Kab.Solok dan Kepala Biro Hak Sako dan Pusako LKAAM Prov. Sumbar)

Gusmal Dt. Rajo Lelo memiliki visi yang jelas mengenai pentingnya pelestarian adat dan budaya. Beliau percaya bahwa adat dan budaya adalah identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dalam pandangannya, adat bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga merupakan sistem nilai yang membentuk karakter dan moral masyarakat.

Oleh karena itu, beliau mendorong masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan gebrakan perdana dengan menyelenggarakan seminar menyoal Hukum Adata dan Hukum Positif yang melibatkan dua perwira dari Polda Sumbar, Kepala BNN Sumbar sebagai narasumber.

Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan dalam pelestarian budaya. Menurutnya, generasi muda harus diberikan pemahaman yang mendalam tentang adat dan budaya mereka agar tidak kehilangan jati diri. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering mengadakan seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya yang bertujuan untuk mendidik masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, tentang pentingnya menjaga warisan budaya.

Gusmal Dt. Rajo Lelo tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga sebagai panutan di masyarakat. Beliau selalu berusaha untuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan adat dan budaya. Dengan pendekatan yang inklusif, beliau berhasil membangun rasa kebersamaan dan kepedulian di antara masyarakat.

Beliau juga aktif dalam dialog antar generasi, di mana beliau mengajak orang tua dan anak muda untuk berdiskusi tentang nilai-nilai adat. Melalui dialog ini, beliau berharap dapat menjembatani kesenjangan antara generasi dan memastikan bahwa nilai-nilai budaya tetap relevan di era modern. Seperti halnya beliau hadir dalam suatu dialog bareng penulis sama-sama sebagai narsum pada kegiatan bertutur ala KNPI Kab.Solok beberapa waktu lalu.

Meskipun banyak upaya yang telah dilakukan, Dr. Gusmal Dt. Rajo Lelo menyadari bahwa pelestarian adat dan budaya tidaklah mudah. Tantangan modernisasi, globalisasi, dan perubahan sosial sering kali mengancam keberadaan budaya lokal. Namun, beliau selalu optimis bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, masyarakat dapat menjaga dan melestarikan warisan budaya mereka.