Dengan pendekatan ini, Rumah Gadang tidak hanya berdiri kokoh secara fisik, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Banyak Rumah Gadang, terutama yang dimiliki kaum di tingkat nagari, menyimpan kisah panjang perjalanan masyarakatnya. Dari peran Ninik Mamak dalam mendirikan bangunan, dinamika sosial yang berlangsung di dalamnya, hingga kemungkinan peristiwa kolonial, yang pernah memengaruhi keberadaannya—semua itu menjadi bagian tak terpisahkan dari memori kolektif Minangkabau. Dokumentasi cerita-cerita tersebut dinilai penting agar nilai sejarahnya tidak hilang seiring waktu.
Pemerintah provinsi pun mendorong pemetaan menyeluruh terhadap kondisi Rumah Gadang di seluruh kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan memastikan upaya pelestarian berjalan sistematis dan tepat sasaran. Komitmen tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan identitas budaya Minangkabau di tengah arus modernisasi.
Dalam struktur adat Minangkabau yang menganut sistem matrilineal, Rumah Gadang memiliki fungsi sentral sebagai pusat kehidupan kaum. Di sanalah musyawarah adat digelar, keputusan penting diambil, serta simbol eksistensi sebuah keluarga besar ditegakkan. Karena itu, menjaga keberadaan Rumah Gadang berarti merawat fondasi sosial dan kultural masyarakat Sumatera Barat. (*)






