Riau

BGN Wajib Kepala SPPG Punya Medsos, Masyarakat Berhak Tahu Kandungan Gizi dan Bahan Baku

×

BGN Wajib Kepala SPPG Punya Medsos, Masyarakat Berhak Tahu Kandungan Gizi dan Bahan Baku

Sebarkan artikel ini
TEGAS : Wakil Kepala BGN, Soni Sonjaya memberikan penegasan terkait MBG saat rapat konsolidasi bersama para Kepala SPPG dan mitra yayasan se-Riau yang berlangsung di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru.(mc riau)

SINDOTIME.COM-Dalam upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Soni Sonjaya, menekankan bahwa kedisiplinan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat konsolidasi bersama para Kepala SPPG dan mitra yayasan se-Riau yang berlangsung di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru, Sabtu (21/2).

Soni menjelaskan bahwa setiap tahapan program telah diatur secara rinci dalam SOP, mulai dari perencanaan menu, proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada para penerima manfaat.

Menurutnya, berbagai persoalan yang muncul di lapangan umumnya bersumber dari kelalaian dalam mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Karena itu, ia meminta seluruh pelaksana di daerah menjalankan setiap tahap dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan tugas Kepala SPPG berjalan sesuai yang diharapkan. Semua tahapan sudah memiliki SOP yang jelas, sehingga harus dijalankan dengan disiplin,” ujarnya.

Selain aspek teknis, transparansi anggaran juga menjadi perhatian serius. Dalam ketentuan yang berlaku, alokasi biaya ditetapkan sebesar Rp15.000 per porsi untuk sasaran umum, sedangkan Rp13.000 per porsi diperuntukkan bagi kelompok kecil seperti balita dan anak taman kanak-kanak. Keterbukaan penggunaan dana tersebut dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas sekaligus membangun kepercayaan publik.

Sebagai bentuk transparansi, BGN mewajibkan setiap Kepala SPPG memiliki akun media sosial resmi. Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memantau menu harian, jenis dan harga bahan baku, serta informasi kandungan gizi makanan yang disajikan. Dengan langkah ini, publik memiliki akses langsung untuk mengetahui pelaksanaan program secara terbuka.

Dalam kesempatan itu, Soni turut mengapresiasi Pemerintah Provinsi Riau atas kolaborasi aktifnya bersama SPPG dan mitra yayasan. Secara keseluruhan, pembangunan SPPG di Riau diproyeksikan mencapai 800 unit. Hingga saat ini, 633 titik telah berdiri dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.