Seluruh desain akan berbasis pada intellectual property (IP) yang dimiliki Indonesia, sehingga memperkuat kedaulatan teknologi dalam jangka panjang.
Kerja sama ini merupakan implementasi langsung arahan Presiden untuk mempercepat penguasaan teknologi strategis sebagai pelengkap agenda besar ketahanan pangan dan energi. Pemerintah memandang sektor digital sebagai akselerator pertumbuhan—sebuah “lompatan jauh” (leapfrog) agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar, melainkan produsen teknologi bernilai tambah tinggi dalam rantai pasok global.
Dengan fondasi sumber daya manusia yang diperkuat dan kepemilikan IP nasional, Indonesia menargetkan transformasi struktural menuju ekonomi berbasis inovasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana teknologi berperan sebagai pengungkit utama daya saing dan produktivitas nasional di tingkat dunia.(*/zoe)






