Sementara itu, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor pada hari yang sama meninjau implementasi MagangHub di Toyota Motor Manufacturing Indonesia Plant 1 Karawang. Fasilitas tersebut menjalankan program vokasi, internship, dan praktik kerja lapangan dengan kapasitas sekitar 250 peserta per tahun.
Untuk siklus MagangHub 2026, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif di lini produksi. Pemerintah menilai standar pelatihan yang diterapkan Toyota dapat dijadikan referensi nasional bagi sektor manufaktur, terutama dalam integrasi pembelajaran teknis dan budaya kerja industri.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya yang masih didominasi perusahaan di Jawa Barat dan Banten, skema 2026 dirancang lebih inklusif dengan membuka akses bagi provinsi kepulauan dan kawasan timur Indonesia yang memiliki industri berkembang. Pemerataan ini tidak hanya memperluas kesempatan kerja bagi lulusan muda, tetapi juga memperkuat ketersediaan tenaga terampil di daerah.
Ke depan, MagangHub Batam ditargetkan menjadi model distribusi nasional sebelum diperluas ke provinsi lain sepanjang 2026. Pemerintah akan melakukan evaluasi berkala guna memastikan kualitas pelatihan tetap terjaga dan relevan dengan kebutuhan industri.(*/zoe)






