SINDOTIME.COM-Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE) Tahun 2026 oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mulai diluncurkan pada Sabtu (28/2). Program ini menyasar 1.173 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di berbagai kecamatan. Kegiatan dipusatkan di dua titik, yakni halaman Kantor Kecamatan Batang Anai dan Aula Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, guna memudahkan akses masyarakat penerima.
Sejak pagi hari, ratusan warga telah hadir untuk mengikuti rangkaian acara. Kehadiran mereka mencerminkan harapan besar terhadap bantuan yang diberikan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dipengaruhi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana yang sempat melanda sejumlah wilayah.
Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, secara langsung meresmikan dimulainya penyaluran bantuan tersebut. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa BSSE dirancang sebagai langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat agar kembali produktif. Ia juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan secara tepat guna sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Bantuan ini bukan hanya sebagai bentuk kepedulian, tetapi juga sebagai stimulus agar masyarakat semakin mandiri. Kami berharap bantuan ini digunakan dengan bijak sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga,” ujar John Kenedy Aziz.
Mengacu pada data Kementerian Sosial RI, total penerima BSSE di Kabupaten Padangpariaman berjumlah 1.173 KPM. Kecamatan Batang Anai tercatat sebagai wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 630 KPM. Disusul Kecamatan 2×11 Kayu Tanam sebanyak 232 KPM, sementara kecamatan lainnya masing-masing menerima kurang dari 100 KPM.
Setiap keluarga memperoleh bantuan stimulus ekonomi sebesar Rp5 juta serta bantuan isian hunian senilai Rp3 juta. Skema ini diharapkan tidak hanya membantu kebutuhan dasar rumah tangga, tetapi juga menjadi tambahan modal untuk merintis maupun mengembangkan usaha kecil keluarga.






