SINDOTIME.COM-Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan militer yang dilaporkan melibatkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2), langsung memicu gelombang reaksi keras dari sejumlah negara besar seperti Rusia, China, dan Korea Utara.
Insiden tersebut memperbesar kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka telah melakukan serangan balasan terhadap Israel serta sejumlah aset milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk, termasuk di Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Oman.
Langkah ini menandai meningkatnya ketegangan militer yang berisiko menyeret lebih banyak negara ke dalam konflik terbuka.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam pernyataannya pada Minggu (1/3), menyebut tewasnya Khamenei sebagai “deklarasi perang terbuka terhadap umat Muslim”, khususnya komunitas Syiah.
Ia menggambarkan peristiwa tersebut sebagai ujian besar bagi solidaritas dunia Islam, seraya menyampaikan pesan duka cita atas wafatnya pemimpin yang telah memegang jabatan tertinggi Iran sejak 1989 itu.






