Headline

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Dilarang Masuk Radius 3 Km

×

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Dilarang Masuk Radius 3 Km

Sebarkan artikel ini
AKTIV : Gunung Marapi kembali erupsi pada Selasa dini hari (3/3). PVMBG mencatat amplitudo maksimum 30,2 mm dan meminta warga menjauhi radius 3 km. (WAG Marapi Information)

SINDOTIME.COM—Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada Selasa dini hari, (3/3), sekitar pukul 02.19 WIB. Peristiwa ini dikonfirmasi oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah.

Meski kolom abu tidak terlihat secara visual dari pos pengamatan, instrumen seismograf mendeteksi adanya letusan dengan amplitudo maksimum mencapai 30,2 mm. Berdasarkan catatan resmi, aktivitas erupsi tersebut berlangsung selama kurang lebih 85 detik.

Menanggapi kejadian ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan. Masyarakat, termasuk pendaki dan wisatawan, dilarang memasuki area dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi, yakni di sekitar Kawah Verbeek.

Baca Juga  Nelayan Hilang di Danau Maninjau Ditemukan Meninggal Dunia

Pembatasan ini diberlakukan untuk meminimalkan risiko akibat potensi lontaran material vulkanik maupun paparan gas berbahaya.

Selain itu, warga yang tinggal di wilayah lembah, bantaran sungai, atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan. Ancaman lahar dan banjir lahar tetap ada, terutama ketika curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.

Apabila terjadi hujan abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga  Waspada Potensi Banjir Lahar, Gunung Marapi Menunjukan Peningkatan Aktivitas

Warga juga diingatkan agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah.

Pemerintah daerah di Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diharapkan terus berkoordinasi secara intensif dengan PVMBG. Maupun Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi guna memperoleh pembaruan informasi terkini terkait perkembangan aktivitas vulkanik. (*/zoe)