Padangpariaman

Tebing Muaroulakan Dipasang Geobag, Cegah Penyumbatan Muara

×

Tebing Muaroulakan Dipasang Geobag, Cegah Penyumbatan Muara

Sebarkan artikel ini
DIPERBAIKI : Alat berat bekerja memperbaiki kerusakan tebing sungai di kawasan Muaroulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman.(pemkab padangpariaman)

SINDOTIME.COM–Pemerintah Kabupaten Padangpariaman meningkatkan perbaikan terhadap kerusakan tebing sungai di kawasan Muaroulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, sebagai bagian dari strategi terpadu pengendalian banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Percepatan penanganan dilakukan menyusul kondisi bantaran sungai yang mengalami ambles dan berpotensi memperparah risiko luapan air ke permukiman warga.

Langkah darurat ditempuh melalui kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Pada sejumlah titik kritis di sekitar muara, dipasang geobag atau karung berisi pasir untuk memperkuat struktur tebing yang melemah. Penguatan ini difokuskan pada stabilisasi bantaran agar tidak terjadi longsor lanjutan yang dapat menyempitkan bahkan menutup alur sungai.

Untuk mempercepat pekerjaan, dua unit alat berat dikerahkan ke lokasi. Alat tersebut digunakan dalam proses pemasangan geobag sekaligus penataan material di area terdampak. Prioritas utama adalah menjaga ketahanan tebing sungai, terutama menghadapi peningkatan debit air saat musim hujan yang berisiko mempercepat erosi.

Selain memperkokoh struktur bantaran, upaya ini juga diarahkan pada kelancaran aliran air di muara. Alur sungai yang tetap terbuka diharapkan dapat mencegah pendangkalan dan penyumbatan, dua faktor utama yang kerap memicu banjir di kawasan Kampuang Galapuang dan Muaroulakan.

Baca Juga  Pemkab Yakini Goro Akbar Mampu Atasi Banjir Kasai

Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa persoalan banjir di Ulakan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa sejak awal Ramadhan, dua ekskavator telah disiagakan di Muaroulakan untuk mendukung normalisasi sungai dan mempercepat penanganan titik rawan.

Menurutnya, penyelesaian masalah banjir tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Peran aktif masyarakat, termasuk ninik mamak serta pemilik lahan di sekitar kawasan muara, sangat diperlukan.