Menurutnya, jika 100 kepala keluarga menanam minimal 10 polibag tanaman pangan, maka akumulasi produksinya dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan skala lokal.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Padang, Didi Aryadi, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM secara serentak memberi kepastian pasokan dan harga kepada masyarakat. Keberadaan 101 titik distribusi sekaligus dinilai mampu menciptakan efek psikologis positif, yakni menumbuhkan keyakinan bahwa kebutuhan pokok tersedia dan tidak terjadi kelangkaan.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan periode libur panjang.
Dalam kegiatan GPM, sejumlah komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga lebih terjangkau bagi warga.
Pelaksanaan GPM di Kelurahan Kubu Marapalam juga menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Camat Padang Timur, Diko Eka Putra, mengungkapkan bahwa promosi kegiatan dilakukan melalui media sosial, bahkan masyarakat dapat melakukan pemesanan secara daring.
Inovasi tersebut didukung oleh Koperasi Merah Putih Gumbak Marapalam. Meski belum memiliki kantor permanen dan masih memanfaatkan aula kantor lurah sebagai gudang sementara, koperasi ini mampu membukukan omzet yang cukup besar.
Distribusi barang pun dilakukan dengan cara yang kreatif. Pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Layanan Pengantaran Sampah (LPS). Memanfaatkan becak motor yang biasa digunakan untuk mengangkut sampah sebagai armada pengantaran sembako ke rumah warga dengan sistem pembayaran di tempat (COD).





