SINDOTIME.COM-Transformasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di bawah PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kini telah mencapai 822,609 km. Menjelang Mudik Lebaran 2026, jaringan ini siap menjadi solusi mobilitas utama yang mengubah perjalanan mudik menjadi lebih efisien dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat.
Hingga Agustus 2025, jaringan jalan tol di Pulau Sumatera telah mencatatkan progres signifikan. Dalam ekosistem konektivitas ini, Hutama Karya memegang peran sentral dengan mengelola 14 ruas pada jaringan JTTS.
Hutama Karya saat ini mengelola jaringan infrastruktur jalan tol sepanjang 822,609 km yang tersebar di 14 ruas strategis, termasuk dua ruas utama di Pulau Jawa. Dari total panjang tersebut, 692,854 km (12 ruas) telah beroperasi penuh dengan tarif normal.
Kabar baik bagi pemudik tahun 2026, ruas Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 (52,2 km) sudah mulai dioperasikan namun masih belum dikenakan tarif. Selain itu, untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, ruas fungsional sepanjang 77,555 km juga siap dibuka, yakni ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 1 serta ruas Palembang–Betung Seksi 1 dan 2.
Jaringan jalan tol yang dikelola Hutama Karya mencakup 12 ruas operasional bertarif dengan total panjang yang signifikan. Di wilayah utara dan tengah Sumatera, rute ini meliputi ruas Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6 (48,584 km), konektivitas Riau melalui Pekanbaru–Kota Kampar (34,95 km) dan Pekanbaru–Dumai (131,69 km), hingga jalur Padang–Sicincin (35,45 km).
Selain itu, operasional juga mencakup ruas Bengkulu–Taba Penanjung (16,725 km), koridor Binjai–Langsa (57,225 km), serta Indrapura–Kisaran (47,75 km). Untuk wilayah Sumatera Selatan dan Lampung, tersedia jalur Palembang–Indralaya (21,93 km), Indralaya–Prabumulih (63,5 km), hingga ruas terpanjang Terbanggi Besar–Kayu Agung (189,4 km). Tak hanya di Sumatera, pengelolaan ini juga menjangkau Pulau Jawa melalui Akses Tanjung Priok (11,4 km) dan JORR-S (14,25 km).




