Pertama, pemangkasan waktu tempuh . Kehadiran jaringan tol ini telah mengubah peta durasi perjalanan di seluruh Sumatera secara drastis. Perjalanan dari Jakarta menuju Palembang yang dahulu membutuhkan waktu 15–20 jam, kini dapat ditempuh hanya dalam 8–10 jam, sudah termasuk durasi penyeberangan Merak–Bakauheni.
Tak kalah signifikan, ruas Palembang–Betung yang biasanya terjebak kemacetan berjam-jam di jalur lintas timur, kini diprediksi hanya memakan waktu sekitar 1 jam. Efisiensi serupa juga dirasakan pada rute Medan menuju Danau Toba yang kini cukup ditempuh dalam 2–3 jam, jauh lebih singkat dari sebelumnya yang mencapai 4–6 jam. Secara keseluruhan, kehadiran tol ini berhasil memangkas rata-rata 50 persen waktu perjalanan di tanah Sumatera.
Kedua, pengoperasian ruas fungsional gratis. Bagi pemudik di musim Lebaran 2026, pemerintah secara resmi mengoperasikan beberapa ruas tol baru secara fungsional dan tanpa tarif (gratis) sebagai solusi pengurai kepadatan. Kehadiran Ruas Palembang–Betung (Seksi 1 & 2) sepanjang 53,6 km menjadi penyelamat bagi pemudik yang ingin menghindari titik macet parah di pusat kota Palembang menuju arah utara.
Sementara di ujung Pulau Sumatera, Ruas Sigli–Banda Aceh (Seksi 1) sepanjang 23,955 km juga telah dioperasikan secara fungsional sejak 7 Desember 2025 untuk memperlancar akses bantuan serta mobilitas masyarakat di wilayah Aceh.
Ketiga, keamanan dan kenyamanan yang lebih baik. Dari sisi keselamatan, berkendara di jalan tol menawarkan standar keamanan yang jauh lebih mumpuni dibandingkan jalur nasional yang cenderung sempit dan bergelombang. Infrastruktur yang lebih tertata ini secara efektif membantu menekan angka kecelakaan yang sering dipicu oleh kelelahan pengemudi maupun kondisi jalan yang buruk.
Tak hanya itu, kenyamanan perjalanan semakin lengkap dengan kehadiran rest area yang menyediakan area istirahat yang representatif, layanan kesehatan siaga, hingga posko mudik gratis bagi seluruh keluarga.




