SINDOTIME.COM-Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melaporkan perkembangan terbaru dalam upaya penanganan dampak bencana kepada rombongan Komisi I DPR RI yang melakukan kunjungan kerja reses di Markas Kodam XX/Tambun Itam (TIB), Jumat (6/3).
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan bahwa kerja sama intensif antara pemerintah daerah dan TNI berperan besar dalam mempercepat proses pemulihan di berbagai wilayah terdampak.
Mahyeldi menjelaskan, penanganan pengungsi kini telah melewati masa darurat. Menurutnya, tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian karena seluruh korban telah dipindahkan ke hunian sementara atau memilih tinggal bersama keluarga maupun kerabat.
“Sumbar saat ini tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda. Semuanya sudah menempati Hunian Sementara (Huntara) atau tinggal bersama kerabat,” ujar Mahyeldi.
Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari sistem pengelolaan data bencana yang lebih terintegrasi. Melalui dashboard kebencanaan yang digunakan Forkopimda Sumbar, pemerintah dapat memetakan kebutuhan secara lebih akurat sehingga distribusi bantuan dan logistik dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Meski demikian, Mahyeldi mengingatkan bahwa pekerjaan penanganan bencana masih berlanjut. Salah satu agenda yang dinilai mendesak adalah percepatan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir dan bencana susulan, terlebih menjelang akhir Maret ketika curah hujan diperkirakan kembali meningkat.





