Kepala Kantor SAR Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menjelaskan bahwa tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi yang diduga menjadi posisi kapal.
Prioritas utama operasi adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang yang berada di atas kapal yang mengalami kerusakan.
Upaya penyelamatan pertama dilakukan dengan mengirimkan Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Mentawai pada pukul 17.30 WIB dengan membawa lima personel. Namun, perjalanan tim tersebut tidak dapat dilanjutkan karena kondisi cuaca yang memburuk disertai jarak pandang yang sangat terbatas di laut.
Demi alasan keselamatan, kapal akhirnya kembali dan bersandar di Dermaga Pokai pada pukul 19.50 WIB.
Untuk memperkuat operasi SAR, Kantor SAR Mentawai kemudian mengerahkan kapal yang lebih besar, KN SAR Ramawijaya 240, pada pukul 19.30 WIB. Kapal tersebut membawa 21 personel yang ditugaskan melanjutkan misi pencarian di tengah kondisi laut yang menantang.
Perjalanan menuju titik koordinat diperkirakan memakan waktu antara dua hingga tiga jam.
Selain mengerahkan armada laut, tim SAR juga meminta dukungan SARMAP dari Basarnas Command Center (BCC).
Sistem ini digunakan untuk membantu memetakan kemungkinan pergerakan atau sebaran kapal akibat arus laut dan angin, sehingga proses pencarian dapat dilakukan lebih efektif.





