Selain pembangunan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga tengah menyiapkan kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk merealisasikan program pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK. Mahyeldi menyebutkan program tersebut ditargetkan dapat mulai dijalankan sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun ini.
Sementara itu, Bupati Solok Selatan Khairunnas menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui berbagai kebijakan pendidikan gratis. Saat ini, kata dia, biaya pendidikan di Solok Selatan telah dibebaskan mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP, termasuk sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.
Khairunnas menambahkan bahwa pemerintah daerah juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar program pendidikan gratis dapat diperluas hingga jenjang SMA. Jika kerja sama tersebut terealisasi, maka seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah di Solok Selatan akan bebas biaya.
Selain pembebasan biaya pendidikan, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga memberikan berbagai dukungan bagi pelajar, salah satunya melalui program bantuan pakaian sekolah gratis. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 99.835 stel pakaian sekolah telah dibagikan kepada para siswa di daerah tersebut.
Di bidang pendidikan keagamaan, pemerintah daerah bersama masyarakat turut mengembangkan program rumah tahfidz yang tersebar di berbagai nagari. Saat ini terdapat 432 rumah tahfidz yang aktif beroperasi di Solok Selatan. Melalui program tersebut, sebanyak 3.628 siswa telah diwisuda sebagai penghafal Al Quran dengan capaian hafalan mulai dari dua juz hingga 30 juz.
Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung kegiatan masjid dan masyarakat setempat. Bantuan yang diberikan antara lain hibah Safari Ramadan sebesar Rp50 juta serta 95 mushaf Al Quran.











