Dalam Batch 1 ini, berbagai bidang kejuruan ditawarkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Beberapa di antaranya mencakup teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi.
Jenis pelatihan yang tersedia juga cukup beragam, mulai dari Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin Computer Numerical Control (CNC), otomasi industri, teknologi kendaraan listrik, cyber security, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri, serta berbagai bidang kejuruan lainnya.
Darmawansyah menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga untuk menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh dunia industri.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan segera mendaftar sebelum batas waktu pendaftaran berakhir.
Dengan adanya perpanjangan masa pendaftaran, pemerintah juga berharap informasi mengenai program ini dapat menjangkau masyarakat lebih luas di berbagai daerah.






