SINDOTIME.COM—Gunung Marapi yang terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan mengalami erupsi pada Senin pagi, 9 Maret. Letusan tercatat terjadi sekitar pukul 08.46 WIB berdasarkan pengamatan petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Marapi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Marapi, Bilal Allegra Munbaits, menjelaskan bahwa kolom abu akibat erupsi tersebut teramati membumbung hingga sekitar 1.600 meter di atas puncak gunung. Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggian kolom erupsi diperkirakan mencapai sekitar 4.491 meter.
Material abu vulkanik yang terlontar terlihat berwarna kelabu dengan ketebalan cukup pekat. Dari hasil pemantauan visual, abu tersebut bergerak mengarah ke sisi timur dari gunung.
Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi juga terekam melalui peralatan seismograf. Data menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 30,1 milimeter dengan durasi getaran sekitar 33,4 detik.
Menyusul kejadian ini, Pos Pengamatan Gunung Api Marapi mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan bagi masyarakat. Warga yang bermukim di sekitar kawasan gunung, termasuk pendaki maupun wisatawan, diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi yang berada di Kawah Verbeek.
Peringatan khusus juga diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi. Mereka diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya lahar dingin atau banjir lahar, terutama pada saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Apabila hujan abu terjadi di wilayah permukiman, masyarakat dianjurkan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dapat dipicu oleh paparan abu vulkanik.











