Di antaranya yakni, kami buuth gaji bukan janji, bayarkan hak kami jangan zholim, hutang kami sudah banyak rumah kami sudah disita, orang mau lebaran kami butuh uang untuk bayar zakat fitrah.
Tak sampai di sana, sejumlah pesan menyentuh perasaan juga terpampang jelas di poster lainnya. Seperti, bayarkan gaji kami selama 7 bulan, 7 bulan bukan waktu yang sedikit kami butuh makan.
Dan juga meminta pihak perusahaan jangan lari dari tanggung jawab, anak-anak kami butuh makan bukan janji, serta kalau tidak sanggup tutup bayarkan hak kami semuannya.
Para buruh berencana akan melakukan aksi tersebut sampai adanya kejelasan dari pihak perusahaan. Bahkan mereka juga mengancam akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar lagi.
Jika pihak perusahaan tidak memenuhi tuntutan mereka. Dan juga akan melakukan unjuk rasa ke Kantor Gubernur Sumbar dan DPRD Sumbar.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait hak-hak buruh yang belum dibayarkan tersebut. Melainkan hanya ada banyak personel dari Polres Padang Pariaman yang diturunkan untuk mengawal aksi tersebut.(zoe)







