Kebocoran tersebut, kata Presiden, dapat melemahkan kapasitas negara dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam hingga krisis global yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Selain isu integritas pemerintahan, Presiden juga menegaskan pentingnya memperkuat kemampuan Indonesia untuk mandiri secara ekonomi dan strategis. Berdasarkan berbagai data dan kajian yang ia pelajari, Prabowo menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki modal sumber daya yang cukup.
Untuk keluar dari berbagai tekanan ekonomi global dengan kondisi yang lebih kuat, produktif, dan sejahtera.
“Saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat, kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kepala Negara menempatkan kemandirian pangan dan energi sebagai pilar utama ketahanan nasional. Ia menegaskan bahwa upaya mencapai swasembada pangan, khususnya beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia, telah lama menjadi fokus perjuangannya.
Menurutnya, di tengah situasi geopolitik dunia yang tidak stabil, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi faktor strategis bagi keamanan negara.











