Laporan tersebut juga menyinggung sebuah insiden yang memperkeruh situasi di rumah sakit. Seorang pendamping pasien disebut sempat merebut senjata api pribadi milik seorang dokter dan menggunakannya untuk mengancam tenaga medis agar pasien yang mereka dampingi segera mendapatkan perawatan.
Sementara itu, pemerintah Israel dilaporkan memberlakukan pembatasan ketat terhadap penyebaran informasi terkait korban. Hingga saat ini belum ada data resmi mengenai jumlah korban tewas, korban luka, maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan rudal terbaru tersebut.(*/zoe)





