SINDOTIME.COM-Memasuki hari kedua unjuk rasa, ratusan buruh PT Bumi Sarimas Indonesia (BSI) masih belum mendapatkan kepastian pembayaran hak dan Tunjangan Hari Raya (THR) dari pihak perusahaan hingga Selasa (10/3).
Bahkan selain melakukan unjuk rasa di depan gerbang perusahaan, para buruh juga menyempatkan diri untuk mengadukan nasib mereka terkait THR ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumbar.
Namun jawaban mengejutkan diterima para buruh. Di mana hasil pertemuan pihak perusahaan dengan Disnakertrans Sumbar, dikabarkan pihak perusahaan mengapungkan opsi untuk membayarkan THR buruh sebesar 50 persen. Sedangkan 50 persen lagi, dijanjikan setelah lebaran.
“Iya, kabar yang kami terima dari Disnakertrans Sumbar, dikabarkan pihak perusahaan mengusulkan untuk bayar THR 50 persen, sisanya usai lebaran,” kata Wakil Ketua SP-RTMM SPSI PT BSI, Indra Febrianto, Selasa (10/3).
Meski demikian, kabar itu tetap saja tidak membuat pihak buruh merasa senang. Dan mereka masih akan tetap menggelar aksi demonstrasi hingga tuntutan mereka dipenuhi pihak perusahaan. Mengingat, pihak perusahaan sudah tujuh bulan tidak membayarkan gaji buruh.
Dikatakan Indra, dari hasil pertemuan pihak buruh dengan pihak Disnakertrans Sumbar, pihak Disnakertrans memberikan sejumlah opsi, seperti jika para buruh menuntut gaji, tentunya ada kemungkinan pihak buruh akan bekerja lagi dengan pihak perusahaan.







