Nasional

Presiden Prabowo : Tidak Ada Negara Berhasil Jika Tidak Membersihkan Diri dari Korupsi

×

Presiden Prabowo : Tidak Ada Negara Berhasil Jika Tidak Membersihkan Diri dari Korupsi

Sebarkan artikel ini
TEGAS : Presiden RI, Prabowo Subianto ketika memberikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3).(BPMI Setpres)

SINDOTIME.COM-Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memerangi korupsi serta berbagai bentuk penyelewengan yang merugikan keuangan negara. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Selasa (10/3).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan bahwa korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan merupakan ancaman serius bagi kemajuan suatu negara. Menurutnya, tidak ada negara yang dapat berkembang dengan baik apabila pemerintahnya gagal membersihkan diri dari praktik-praktik koruptif. Karena itu, pemerintah berkomitmen menindak tegas segala bentuk penyimpangan agar kekayaan negara dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

Baca Juga  TKD Rp 10,6 Triliun Resmi Dikembalikan ke Tiga Provinsi, Sumbar Dapat Rp 2,7 Triliun

Presiden juga mengingatkan bahwa penolakan terhadap korupsi bukan hanya merupakan kewajiban hukum, tetapi juga ajaran moral yang diajarkan oleh seluruh agama serta dibuktikan oleh sejarah bangsa-bangsa di dunia.

“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” tegas Presiden Prabowo.

Baca Juga  Dipimpin Mendagri, Puncak HUT Ke-74 Satpol PP dan Ke-62 Satlinmas Tahun 2024 Digelar di Halaman Kompleks Istana Gubernur Sumbar

Selain menyoroti pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah secara bertanggung jawab. Ia menyampaikan bahwa kekayaan yang dimiliki Indonesia seharusnya mampu menjadi kekuatan utama untuk mengatasi berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan masyarakat.

Menurut Presiden, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan tidak ada rakyat yang hidup dalam kondisi terlantar. Dengan sumber daya yang besar dan potensi ekonomi yang dimiliki, Indonesia dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat jika kekayaan tersebut dikelola secara adil dan transparan.